Human Resource Management & Human Capital Management

Article

May 06

Peran, Persamaan dan Perbedaannya

A : Bro, apa sih bedanya Human Resource Management dan Human Capital    

Management Aku sudah belajar tapi masih belum paham.

B : Apa tuh?

A : Loh, masa’ kamu gak tau? Bukannya sudah lama jadi HRD?

B : Pernah belajar sih, cuman ya masih gak tahu detailnya gimana, kalau gak

salah tipis banget bedanya...

A : Haha… Emang sih, aku juga sudah baca-baca artikel, buku, majalah, dll, 

sampai sekarang juga masih belum tahu jelas.


Bagaimana dengan Anda, rekan-rekan Human Capital Practitioners, sudahkah mengenal istilah HRM dan HCM?

Anda kenal dengan Starbucks?

Starbucks Corporation go public pada Juni 1992. Di hari pertama perdagangan, sahamnya ditutup pada $21,50 - naik dari harga pembukaan $17. Bukan hanya jaringan CEO saja yang layak disorot, pengecer kopi ini akhirnya berhasil masuk ke liga besar. Namun bukannya memupuk keuntungan, Howard Schultz (Mantan CEO Starbucks) justru memutuskan untuk menyerahkan sebagian para karyawan dalam bentuk saham. Sementara perusahaan lain hanya menawarkan sahamnya pada jajaran eksekutif senior utama, Schultz menawarkannya pada siapapun yang bekerja di perusahaan selama 20 jam per minggu atau lebih, termasuk mereka yang berdiri di belakang konter di kedai Starbucks lokal.

Itu adalah kutipan artikel di Workforce Management yang ditulis oleh Samuel Greengard. Starbucks dan para pemimpinnya, telah berfokus dalam membangun sebuah budaya dimana para karyawan dapat mengepakkan sayapnya. Ini adalah salah satu cara yang membuat pada mitra (sebutan karyawan di Starbucks) tersadar akan pentingnya hubungan langsung antara kerja keras mereka dengan kesuksesan bisnis perusahaan.

Cerita diatas dapat membuat Anda memiliki beberapa asumsi, juga inspirasi mengenai pengelolaan SDM. Inilah yang dapat kita diskusikan dalam memahami pola pikir Human Capital Management.

Pemahaman dasar

Mengutip beberapa tokoh, Human Resource Management (HRM) berfungsi untuk mengembangkan dan menjamin kesejahteraan sumber daya manusia di dalam organisasi (Amstrong, 2009), sementara Tjiptojuwono yang menyebutkan sebagai pendekatan strategis dan koheren untuk pengelolaan aset yang berupa manusia untuk bekerja sama secara individu dan kolektif untuk pencapaian tujuan (Amstrong, 2006)

Sehingga secara umum HRM merupakan strategi atau rangkaian langkah-langkah dan pendekatan untuk mengelola atau menggunakan sumber daya manusia (SDM) untuk mencapai suatu tujuan/goals yang ditetapkan perusahaan/organsasi.

Human Resource Management (HRM)/Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menentukan aspek manusia dalam posisi manajemen yang berkaitan dengan proses memperoleh, melatih, menilai dan memberikan kompensasi kepada karyawan. Termasuk juga di dalamnya, memperhatikan hubungan kerja mereka, kesehatan, keamanan dan masalah keadilan.

HRM khusus diisi dengan program yang bersangkutan dengan orang (karyawan) yang dilakukan dalam fungsi organisasi yang paling efektif, memfasilitasi penggunaan orang (karyawan) untuk mencapai tujuan organisasi dan individu.

Selayaknya sebuah sumber daya, SDM perlu dikelola dengan baik. Maka yang perlu disadari sebagai landasan utama adalah bahwa pada suatu waktu, sumber daya itu akan habis. Misalnya kita lihat dalam konteks dalam perusahaan; ditemui bahwa produktivitas karyawan akan semakin menurun, baik karena bertambahnya usia, maupun tidak ada lagi yang bisa dikembangkan karena sudah terlanjur masuk dalam sebuah zona nyaman.

Artinya, ketika seorang karyawan bergabung dengan perusahaan, maka seluruh sumber daya yang ada pada dirinya, harus mampu dioptimalkan oleh perusahaan agar memberikan manfaat terbesar bagi perusahaan itu sendiri dan sebenarnya juga bagi individu yang bersangkutan. Dalam beberapa hal akan terkesan semua yang ada pada diri karyawan akan “diperas” untuk kepentingan perusahaan, karena dianggap sebagai sumber daya yang dapat “habis”.

Jadi, sebelum “habis”, perusahaan harus memanfaatkan apapun yang ada pada diri karyawan semaksimal mungkin. Asumsi ini memang tidak dapat disalahkan, karena perusahaan memiliki orientasi untuk mendapatkan profit.

Kemudian muncul pertanyaan, benarkah bahwa SDM sebagai seorang manusia akan habis pada suatu waktu?

Konsep tentang Karyawan sebagai capital/aset-lah yang kemudian mampu menjawab pertanyaan tersebut.

Beberapa tokoh lain menjelaskan tentang Human Capital Management (HCM), misalnya saja Kearns (2006) mengungkapkan bahwa human capital management berfokus pada penambahan dan menciptakan value untuk pengembangan manusia. Hal tersebut mendorong human capital untuk mengedepankan pentingnya pengambilan data, analisis, dan penyajian data guna mendapatkan arahan jelas untuk mengambil sebuah tindakan.

Gary Becker seorang ahli ekonomi dari University of Chicago (1962) mengatakan bahwa Human Capital berfokus pada aktivitas-aktivitas yang dilakukan perusahaan/organisasi untuk mempersiapkan masa depan perusahaan/organisasi melalui penanaman pengetahuan atau kemampuan pada manusianya.

Human Capital Management (HCM) mengelola dan mengembangkan kemampuan manusia untuk mencapai tingkat signifikan yang lebih tinggi secara kinerjanya. Individu menghasilkan, menggunakan pengetahuan dan keterampilan (human capital) serta menciptakan modal intelektual (intelektual capital). Pengetahuan ditingkatkan melalui interaksi dengan individu lain (social capital) sehingga dapat menghasilkan pengetahuan untuk mendukung pengembangan organisasi (organizational capital)

Dari pemahaman di atas, dapat kita cermati bersama, bahwa adanya sebuah intervensi yang dilakukan oleh perusahaan kepada karyawannya, berupa penambahan (penanaman pengetahuan atau kemampuan), serta adanya value pengembangan manusia.

Proses intervensi ini didasari, bahwa sebenarnya karyawan juga merupakan sebuah aset bagi perusahaan, selain modal kerja dalam bentuk uang dan peralatan kerja yang ada. Tanpa ada kombinasi ketiga aset ini (manusia, uang, dan peralatan kerja) maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan cenderung sulit untuk mencapai segala target yang ditetapkan.

Sebuah perusahaan mungkin memiliki banyak dana yang mampu membeli berbagai macam hal, lokasi yang strategis, program promosi yang menarik, serta peralatan canggih yang bisa berjalan secara otomatis. Bayangkan apa yang akan terjadi jika semua itu tidak ada karyawan yang mengoperasikannya?

Karyawan yang menjalankan operasional perusahaan dalam berbagai bidang/divisi/departemen itulah aset terbesar yang dimiliki oleh perusahaan.

Nah, karena jaman berubah, maka karyawan pun harus mampu mengikuti perkembangan yang ada. Dahulu ada sebuah masa dimana semua dilakukan secara mekanik, tetapi dengan seiringnya perkembangan dunia teknologi, maka sebagian besar peralatan mekanik berganti menjadi elektronik, dan bahkan pada masa kini dapat dikatakan sebagai high technology.

Untuk tetap dapat mengoperasikan berbagai peralatan yang ada, kira-kira apa yang dibutuhkan karyawan?

Yap, Karyawan yang ada dalam perusahaan akhirnya mau tidak mau juga harus belajar berbagai hal baru terus dan menerus, seiring dengan perkembangan yang maju.

Saat kesadaran ini muncul, maka perusahaan diharuskan untuk menanamkan investasi pada karyawan, dalam berbagai macam bentuk, misalnya compensation dan benefit yang menarik agar orang terbaik tetap bertahan dalam perusahaan, adanya budget pengembangan karyawan untuk belajar hal baru tadi, penyediaan fasilitas kerja yang lebih optimal dan masih banyak lainnya. Semua ini perlu dilakukan agar pada akhirnya tujuan perusahaan tetap dapat tercapai.

Abraham Maslow, seorang tokoh Psikologi, menempatkan aktualisasi diri dalam tataran yang paling tinggi. Ketika karyawan sudah dikembangkan, maka dirinya juga akan bertumbuh dan tidak akan habis pada suatu waktu, karena dalam dirinya tetap memiliki kebutuhan aktualisasi diri tersebut.

Aktualisasi diri inilah yang akan mampu mendorong proses kerja karyawan berjalan jauh lebih optimal, sehingga tujuan perusahaan bisa tercapai lebih cepat, lebih besar ataupun lebih banyak daripada yang dijadwalkan atau ditargetkan.

Persamaan dan Perbedaan

Persamaan dari Human Resource Management (HRM) dengan Human Capital Management (HCM) adalah sama-sama untuk mengatur semua aspek dari manusia/karyawan sebuah perusahaan dengan menggunakan fungsi-fungsi manajemen.

HCM & HRM menyediakan berbagai fungsi dan kemampuan untuk mengelola SDM dengan proses otomatis, dan memberikan satu sumber informasi bagi karyawan, berupa sistem administrasi karyawan, rekrutmen, talent management, pelatihan dan pengembangan, compensation & benefit, waktu & kehadiran, manajemen biaya, manajemen kinerja, kesehatan & keselamatan, dan lainnya yang berhubungan dengan proses bisnis.

Apa sih perbedaan mendasar antara Human Resource Management (HRM) dan Human Capital Management (HCM)? Dari berbagai literatur yang ada, saya mencoba merangkumnya;

Point

HRM

HCM

Sudut Pandang

​Memandang karyawan sebagai supporter atau pendukung.

Memandang karyawan sebagai ujung tombak atau kunci dari organisasi

Fokus

Memastikan sumber daya manusia menjadi supporter dalam pelaksanaan strategi bisnis, dengan segala yang ada pada dirinya.

Strategi-strategi mengoptimalkan talenta untuk menghasilkan atau mencipta value yang digunakan untuk mengaktualisasi dan mempercepat tercapainya strategi bisnis yang efektif dan efisien.

Pengukuran

Lebih berfokus kepada seberapa banyak yang sudah diberikan karyawan kepada perusahaan.

Untuk mendapatkan, menganalisis dan menyajikan informasi dalam rangka mengembangkan organisasi.

A : Gimana sekarang, sudah tahu?

B : Sip, Sudah dong,

A : Jadi, kamu itu Resource atau Capital?

B : Sepertinya sih masih Resource. biar jadi Capital gimana caranya ya?

A : Hmm, ketahuan belum pernah denger Human Capital ARTchitect, ya?

B : Hadeuh, Apa lagi itu?

A : Oke, mudahnya klik di www.sinergiaconsultant.com sajalah!! Disana 

dijelaskan kok

Bagaimana dengan Anda, Human Capital Practitioners? Masih ada pertanyaan soal Human Capital ARTchitect? Atau masih ingin tahu banget soal Human Capital, yuk Anda bisa berdiskusi dengan forum yang ada lho…

Join di FB grup komunitas kami, silahkan langsung berbincang dengan para coach kami ya. Bisa langsung klik di Komunitas Human Capital Professionals.

Let’s connect

Human Resource Management (HRM) berfungsi untuk mengembangkan dan menjamin kesejahteraan sumber daya manusia di dalam organisasi. Human Capital Management (HCM) berfungsi untuk

Akses Video Series Rahasia Sukses Perusahaan Hebat Dunia. GRATIS!!